Tampilkan postingan dengan label Buku Biru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Biru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2017

Buku Biru DKI Jakarta : Pedoman Pengajuan Dokumen Rancangan Instalasi dan Pelengkapan Bangunan Gedung - INSTALASI TRANSPORTASI VERTIKAL PADA BANGUNAN GEDUNG

BAB - 6 
INSTALASI TRANSPORTASI VERTIKAL PADA BANGUNAN GEDUNG  

6.1  Ruang Lingkup. 
Perancangan Instalasi Tata Udara pada Bangunan Gedung , mencakup :
(1)  Lif (Elevator);
(2)  Eskalator (Escalator, Tangga berjalan);
(3)  Travelator (Lantai berjalan);
(4)  Gondola;

6.2  Lift. 

6.2.1 Laporan Perancangan. 
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut :

(1)  Peraturan, Standar dan Referensi. 

(a)  Peraturan Khusus.
(Belum ada)

(b)  Standar.
1)  SNI 2189 - 1999, tentang “Definisi, Istilah Lif dan Eskalator”
2)  SNI 6040 - 1999, tentang “Syarat-syarat umum konstruksi lif penumpang yang dijalankan dengan motor traksi”
3)  SNI 2190 - 1999, tentang “Konstruksi lif penumpang dengan motor traksi”
4)  SNI 2190.1 - 2000, tentang “Syarat syarat umum konstruksi lif yang dijalankan dengan transmisi hidrolis”.
5)  SNI 2190.2 - 2000, tentang “Syarat syarat umum konstruksi lif pelayan (dumbwaiter).
6)  SNI 6247.1 - 2000, tentang “Syarat-syarat umum lif pasien”.
7)  SNI 6247.2 - 2000, tentang “Syarat-syarat umum konstruksi lif penumpang khusus untuk perumahan”.
8)  SNI 6573 - 2001, tentang “Tata Cara Perancangan Sistem Transportasi Vertikal dalam gedung (lif)”  9)  SNI 7017.1 – 2004, tentang “Pemeriksaan dan Pengujian Lif Traksi Listrik pada Bangunan Gedung, Pemeriksaan dan Pengujian Berkala”
10)  SNI 7017.2 - 2004, tentang “Tata Laksana Pemeriksaan dan Pengujian Lif Traksi Listrik pada bangunan gedung”.
11)  SNI 7052 - 2004, tentang “Syarat-syarat umum konstruksi lif penumpang yang dijalankan dengan motor traksi tanpa kamar mesin”.

(c)  Referensi.
1)  ASME A 17.1-1996, “Safety Code for Elevators and Escalators”,
2)  International Building Code, 2000,
3)  Uniform Mechanical Building Code, 2000,
4)  ASME A17.2 - 2001; Guide
5)  BS5655: Part 1: 1986 atau EN 81 Part 1: 1985 & E115 (Escalator).
6)  ANSI-IWCA I - 14.1.
7)  Gina Barney, Dr., “Elevator Traffic Handbook, Theory and Practice”, Spon Press, 2003.
8)  Barney G.C. and dos Santos, S.M., “Lift Traffic Analysis Design and Control”, Peter Peregrinus, Ltd, 1977.
9)  George R. Strakosch, Jeros, Baum and Bolles, “Vertical Transportation: Elevators and Escalator”, John Wiley & Sons, 1983.
10)  Philllips, R.S., “Electric Lift”, Pitman Publishing, Ltd, 1973.
11)  Barney G.C., and Loher AG.,“Elevator Electric Drives, Concept and Principles, Control and Practice”, Ellis Horwood Ltd., 1990.
12)  Lubomir Janovsky, “Elevator Mechanical Design, Principle and Concept”, Ellis Horwood Ltd., 1987.
13)  ILO, “Code of Practice for the Safe Construction and Installation of Electric Passenger, Goods and Service Lift”, International Labor Office, Geneva, 1972.
14)  Rodney R. Adler “Vertical Transportation for Buildings”, American Elsevier Publishing Co. Inc., 1970.
15)  Stein, Benjamin, Reynolds, John S., Grondzik, Walter T., Kwok, Alison G., “Mechanical and Electrical Equipment for Building”, John Wiley and Sons, 2006.

(2)  Kriteria Perancangan.
Bagian ini harus berisi penjelasan ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama yang ditetapkan untuk kriteria perancangan:

(a)  Lift (elevator) Penumpang.
1)  Jumlah penghuni setiap lantai dan bangunan keseluruhan.
2)  Jumlah lantai yang dilayani.
3)  Pembagian zona, single zone, multy zone.
4)  Kapasitas, ukuran kereta dan lebar pintu elevator.
5)  5 Minute Handling Capacity.
7)  Waktu tunggu (waiting time) rata-rata yang dipilih.

(b).  Lift Barang.
1)  Jumlah lantai yang dilayani.
2)  Kapasitas, ukuran kereta dan lebar pintu elevator
Apabila lif barang juga difungsikan sebagai lif penumpang, maka harus memenuhi persyaratan:
3)  Jumlah pengguna
4)  Waktu tunggu (waiting time) rata-rata yang dipilih
5) Pembagian zona
6) 5 Minute Handling Capacity

(c).   Lift Kebakaran
1)  Jumlah pengguna
2)  Kapasitas, ukuran kereta dan lebar pintu lif.
3)  Waktu tempuh maksimum dari lantai dasar/lobi utama sampai lantai teratas.
Apabila lif kebakaran juga difungsikan sebagai lif penumpang, maka harus memenuhi kriteria :
3)  Jumlah pengguna
4)  Waktu tunggu (waiting time) rata-rata yang dipilih
5) Pembagian zona
6) 5 Minute Handling Capacity

(3)  Perhitungan-perhitungan.
Perhitungan-perhitungan yang dimasukkan dalam laporan perancangan meliputi:
(a)  Pembagian Zona Pelayanan;
(b)  Penentuan jumlah unit Lif;
(c)  Kecepatan Lif;
(d)  Kapasitas Lif;
(e)  5 Minute Handling Capacity;
(f)  Waktu tunggu rata-rata (Average Waiting Time);
(g)  Daya listrik yang diperlukan.

(4)  Uraian Cara Kerja Sistem.
(a) sistem kontrol sejumlah lif yang dirancang menjadi satu kelompok, sistem kontrol lif yang bekerja secara individual, aksi sistem kontrol (control action) dalam kondisi kebakaran
(b) Catu daya listrik dalam keadaan normal dan darurat,.

(5)  Data Teknis Peralatan. 
Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.

6.2.2  Gambar Rancangan.
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :
(1)  Daftar gambar
(2)  Notasi/simbol dan penjelasannya
(3)  Diagram sistem lif dan skedul lif
(4)  Gambar denah dan potongan lantai tipikal dan non tipikal yang menunjukkan lokasi lif dan lobi lift.
(5) Jalur evakuasi dalam keadaan darurat.
(6) Potongan hoistway
(7) Denah ruang mesin dan potongannya
(8) Gambar tampak pintu dan detailnya dilengkapi dengan tombol pemanggil, tombol kebakaran (untuk lif kebakaran) dan indikator posisi lif.
(9) Denah pintu darurat untuk high zone hoistway (express elevator).

6.2.3  Lampiran - Lampiran.
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performace characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting untuk menghitung cara perhitungan yang dipakai.

6.3  Eskalator dan Travolator 

6.3.1  Laporan Perancangan. 
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut :

(1)  Kriteria Perancangan.  
Bagian ini harus berisi penjelasan ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama yang ditetapkan untuk kriteria perancangan:
(a)  Jumlah penghuni lantai-lantai yang akan dilayani
(b)  Pembagian Zona dan luas Zona pelayanan
(c)  Kapasitas
(d)  Lebar, tinggi tempuh dan sudut kemiringan tangga
(e)  Kecepatan
(f)  Pengaturan gerak (naik dan turun) eskalator
(g)  Sistem pengaman dan keselamatan.

(2)  Perhitungan-perhitungan. 
Perhitungan-perhitungan yang dimasukkan dalam laporan perancangan meliputi:
(a)  Penentuan jumlah unit eskalator;
(b)  Kecepatan eskalator;
(c)  Kapasitas eskalator; dan
(d)  Daya listrik yang diperlukan.

(3)  Uraian Cara Kerja Sistem. 
(a) Sistem kontrol eskalator yang dirancang bekerja secara individual.
(b) Catu daya listrik dalam keadaan normal dan darurat

(5)  Data Teknis Peralatan.  
Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.

6.3.2  Gambar Rancangan. 
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :
Diagram sistem eskalator dan skedulnya, denah tiap lantai yang menunjukkan lokasi eskalator dan arah sirkulasi, tampak samping (elevation).

6.3.3  Lampiran-Lampiran. 
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performace characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting untuk menghitung cara perhitungan yang dipakai.

6.4  Gondola 

6.4.1  Laporan Perancangan 
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut :

(1)  Kriteria Perancangan.
Bagian ini harus berisi penjelasan ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama yang ditetapkan untuk kriteria perancangan:
(a)  Tinggi bagian gedung yang dilayani
(b)  Keliling gedung
(c)  Luas dan jenis permukaan kulit luar gedung/ bangunan (kaca/ aluminium/ granit dan lain-lain) yang dilayani
(d)  Sistem operasi (durasi, peralatan dan jumlah operator)
(e)  Sistem gondola, penggantung dan penyangga, dan sistem penggerak
(f)  Sistem pengamanan dan keselamatan.

(2)  Perhitungan-perhitungan.  
Perhitungan-perhitungan yang dimasukkan dalam laporan perancangan meliputi:
(a)  Jumlah dan jenis gondola yang diperlukan untuk membersihkan permukaan dinding luar bangunan, disesuaikan dengan bentuk atap gedung;
(b)  Daya listrik yang diperlukan;
(c)  Analisis waktu yang diperlukan untuk membersihkan permukaan dinding luar.
(d)  Analisis keseimbangan gondola terhadap bahaya terguling dan faktor keselamatannya; dan
(e)  Analisis kekuatan dan defleksi rel.

(4)  Uraian Cara Kerja Sistem.
Cara kerja sistem yang perlu dijelaskan meliputi deskripsi tentang mekanisme penggerak horisontal gondola di atas atap, mekanisme penggerak lengan gondola (memanjang/ memendek, berputar) dan mekanisme penggerak vertikal (lifting) keranjang gondola, motor-motor penggerak, perangkat pengereman, perangkat keselamatan.

(5)  Data Teknis Peralatan. 
Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.

6.4.2  Gambar Rancangan.
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :
(1)  Gambar denah pergerakan gondola di atap (rel),
(2)  Gambar detil gondola dan keranjang gondola,
(3)  Sistem wire rope pengangkat keranjang gondola,
(4)  Sistem pengaman dan keselamatan,
(5)  Sistem catu daya listrik.

6.4.3  Lampiran - Lampiran.
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performace characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.

Selasa, 22 November 2016

Buku Biru DKI Jakarta : Pedoman Pengajuan Dokumen Rancangan Instalasi dan Pelengkapan Bangunan Gedung - INSTALASI SANITASI, DRAINASE DAN PLAMBING

BAB - 4 
INSTALASI SANITASI, DRAINASE DAN PLAMBING

4.1  Ruang Lingkup. 
Perancangan Instalasi Sanitasi, Drainase, dan Plambing pada Bangunan Gedung, mencakup :
(1)  Instalasi Plambing Air Bersih, Air panas, Uap, Air Kotor/Air Kotoran, Ven dan Air Hujan.
(2)  Instalasi Pengolahan Air Baku (Water Treatment Plant) ;
(3)  Instalasi Pengolahan Air Limbah (Sewage Treatment Plant);
(4)  Instalasi Gas Pembakaran;
(5)  Instalasi Gas Medik dan Vakum Medik
(6)  Instalasi Boiler; dan
(7)  Instalasi Pengolahan Sampah Padat (Incinerator).

4.2  Instalai Plambing Air Bersih, Air panas, Uap, Air Kotor / Air    Kotoran, Ven dan Air Hujan.

4.2.1 Lingkup Pekerjaan.
Dokumen instalasi plambing yang akan diperiksa terutama meliputi  :
(1)  Sistem Air Bersih, mulai dari sumber air sampai ke alat plambing pemakaian air, termasuk tangki atau reservoir, tangki tekan (hidrofor) dan pompa-pompa.
(2)  Sistem Air Panas/Uap, mulai dari sumber air panas/uap sampai ke katup pemakaian air panas/uap, dan distribusi serta pemipaannya
(3)  Sistem Air Kotor dan Air Kotoran, mulai dari alat plambing pembuangan air kotor / air kotoran ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sampai ke badan air penerima atau bak kontrol saluran air limbah kota.
(4)  Sistem Ven, mulai dari alat plambing pembuangan air pada sistem air kotor dan/atau air kotoran sampai ke atap.
(5)  Sistem Air Hujan, mulai dari atap sampai dengan sumur/kolam resapan dan mulai dari halaman sampai ke saluran kota penerima air hujan.

 4.2.2  Laporan Perancangan.
 Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut :

(1)  Kriteria Perancangan.
Bagian ini harus berisi penjelasan secara ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama yang ditetapkan untuk perancangan:
(a)  Sistem Air Bersih/Minum
1)  Sumber air dan kapasitas pengambilan
2)  Kualitas air untuk peruntukan yang disyaratkan
3)  Volume, jenis dan peruntukan reservoir
4)  Batas kecepatan dalam pipa, sisa tekanan pada alat plambing
5)  Kebutuhan air bersih per orang per hari
6)  Jenis bahan yang digunakan

(b)  Sistem Air Panas
1)  Kebutuhan air panas per orang per hari / kebutuhan uap.
2)  Kerugian kalor sepanjang pipa
3)  Pemakaian energi spesifik pembangkit air panas
4)  Jenis bahan yang digunakan
5)  Kualitas air
6)  Volume dan jenis pemanas
7)  Temperatur dan tekanan air panas pada alat plambing.

(c)  Sistem Air Kotor dan Air Kotoran
1)  Karakteristik air kotor/air kotoran
2)  Sumber asal air kotor
3)  Jumlah air kotoran/kotor perkapita atau equivalentnya
4)  Kecepatan aliran dalam pipa pengumpul
5)  Jenis bahan pipa pengumpul
6)  Batas maksimum tekanan yang diperbolehkan/diizinkan
7)  Kerugian/kehilangan tekanan yang diizinkan
8)  Jenis bahan/material yang digunakan
9)  Kemiringan Pipa
10)  Jumlah perangkap gemuk/lemak dan minyak bila ada limbah mengandung gemuk/ lemak dan minyak.

(d)  Sistem Ven
1)  Ukuran pipa tegak air kotor / air kotoran.
2)  Jumlah unit alat plambing yang dihubungkan pada pipa tegak air kotor /air kotoran.
3)  Panjang ukur pipa tegak ven.

(e)  Sistem Air Hujan
1)  Curah hujan maksimum untuk perancangan, termasuk  Periode Ulang Hujan  (PUH)
2)  Taraf (“peil”) banjir bangunan dan titik sambungan saluran kota penerima.
3)  Kecepatan aliran maksimum dan minimum yang diizinkan.
4)  Jumlah dan dimensi sumur resapan.

(2)  Peraturan, Standar dan Referensi. 

(a)  Peraturan Khusus. 
1)  Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 16/MenKes/IX/1990, tentang “Persyaratan Air Bersih”. (b)  Standar.  1)  SNI 6481 - 2000, tentang “Sistem Plambing  –  2000”. (c)  Referensi. (1) Noerbambang, S.M. & Morimura,T. “Pedoman Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing”. PT Pradnya Paramita, Jakarta. 1984.
(2)  William K.Y.Tao, Richard R.Janis, “Mechanical and Electrical Systems in Buildings”, Prentice Hall, 1997.
(3)  Data Book, Volume 2, Plumbing System, American Society of Plumbing Engineers, 2000.  (4)  IAPMO, Uniform Plumbing Code, 2000 Edition atau edisi yang terbaru.

(3)  Perhitungan-perhitungan. 
Bagian ini harus memuat contoh perhitungan untuk bagian yang penting atau bagian kritis dari sistem, meliputi :

(a). Sistem Air Bersih.
1)  Perhitungan perkiraan kebutuhan air per orang per hari
2) Laju aliran air bersih berdasarkan unit alat plambing.
3)  Perhitungan volume  dan ukuran tangki air bawah dan atas.
4)  Perhitungan palu air (water hammer).
5)  Perhitungan pompa: kapasitas, head, daya dan Net Pressure Suction Head (NPSH) beserta kurva karakteristik sistem.
6)  Perhitungan diameter, laju aliran, tekanan, kerugian tekanan (friction loss) dan sisa tekanan pada jalur sistem distribusi yang kritis.
7)  Perhitungan dimensi, atau volume tangki tekan (hidrofor) dan penetapan start- stop pompa.

(b). Sistem Air Panas
1)  Kuantitas Air Panas yang diperlukan
2)  Penentuan kapasitas ketel uap dan/atau unit pemanas air.
3)  Perhitungan kapasitas dan head pompa sirkulasi (kalau ada).
4)  Perhitungan diameter, kehilangan tekanan dan sisa tekanan pada jalur sistem distribusi yang kritis.
5)  Perhitungan tebal isolasi pipa
6)  Perhitungan penurunan temperatur dalam pipa

(c). Sistem Air Kotor dan Air Kotoran
1)  Perhitungan beban unit plambing untuk air kotor dan air kotoran
2) Perhitungan kapasitas aliran air kotor dan air kotoran.
3)  Perhitungan diameter pipa dan kemiringannya (bila menggunakan pompa harus disertakan jenis pompa, perhitungan kapasitas, head, daya serta kurva karakteristiknya).
4)  Perhitungan perangkap lemak (grease trap) dan minyak bila ada limbah lemak dan minyak baik yang terpisah atau tersuspensi.
5)  Perhitungan volume “sump-pit”.

(d). Sistem Ven
Perhitungan diameter pipa ven berdasarkan beban alat plambing yang dilayani.

(e). Sistem Air Hujan
1)  Perhitungan ukuran saluran serta kemiringannya dan pipa tegak.
2)  Perhitungan ukuran saluran dan/atau dimensi saluran terbuka di luar bangunan (drainase halaman) sampai dengan penyambungan ke sumur resapan dan/atau saluran kota penerima.
3)  Perhitungan sumur/kolam resapan.

(4)  Uraian Cara Kerja Sistem.  
Perancang harus menguraikan garis besar cara kerja atau pengoperasian sistem, dengan menekankan peralatan dan mesin yang penting/utama, baik dalam keadaan normal, gangguan dan darurat.

(5)  Data Teknis Peralatan. 
Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.

4.2.3  Gambar Rancangan. 
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :

(1)  Diagram skematik:
(a). Sistem Air Bersih.
(b). Sistem Air Panas/uap
(c). Sistem Air Kotor dan Air Kotoran
(d). Sistem Ven
(e). Sistem Air Hujan

(2). Gambar tapak yang menunjukkan:
(a). Sistem Air Bersih.   Mulai dari pipa air bersih PDAM atau dari sumur dalam sampai ke tangki bawah.
(b). Sistem Air Kotor dan Air Kotoran   Mulai dari pipa tegak sampai ke bangunan pengolahan air limbah (IPAL) atau saluran air limbah kota.
(c)  Sistem Air Hujan   Mulai dari pipa tegak sampai ke sumur resapan dan dari drainase halaman ke saluran drainase kota penerima, lengkap dengan diameter pipa dan kemiringannya, bak kontrol dan elevasinya berdasarkan “peil” Priok.

(3). Gambar detail khusus yang menunjukkan:
(a). Contoh daerah yang rumit, denah tata letak alat plambing, pemipaan, diameter pipa dan kemiringannya untuk setiap lantai, lengkap dengan elevasi dan peruntukan ruang yang dilalui jalur pipa.
(b). Potongan memanjang dan melintang bangunan dimana penempatan alat plambing, penempatan, jalur pipa dan perlengkapan pada struktur bangunan.

(4). Gambar isometrik pipa lengkap dengan diameter dan kemiringannya serta alat plambing untuk setiap lantai yang berbeda, lengkap dengan elevasi dan peruntukan ruang yang dilalui jalur pipa.

(5). Gambar denah tata letak peralatan (“plant room”).

(6). Skedul peralatan yang dipasang.

4.2.4 Lampiran - Lampiran. 
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.

4.3  Instalasi Pengolahan Air Baku (Water Treatment Plant); 

4.3.1 Lingkup Pekerjaan.
Dokumen instalasi Pengolahan Air Baku yang  akan diperiksa meliputi:
(1)  Pengambilan air baku;
(2)  Prasedimentasi;
(3)  Aerasi;
(4)  Koagulasi;
(5)  Flokulasi;
(6)  Sedimentasi;
(7)  Filtrasi;
(8)  Desinfeksi; dan
(9)  Unit lain yang dianggap penting.

4.3.2 Laporan Perancangan. 
Laporan perancangan sekurang-kurangnya harus memuat bagian-bagian sebagai berikut:

(1)  Kriteria Perancangan   
Bagian ini harus berisi penjelasan secara ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama yang ditetapkan untuk perancangan:
(a)  Kualitas air baku
(b)  Dasar pemilihan proses dan sistem pengolahan.
(c)  Faktor-faktor yang digunakan dalam perancangan bagian utama pengolahan seperti prasedimentasi, aerasi, koagulasi, flokulasi, filtrasi, desinfeksi dan unit proses lain yang dianggap penting.

(2). Peraturan, Standar dan Referensi.  
(a)  Peraturan Khusus.   (belum ada)
(b)  Standar.   (belum ada).
(c)  Referensi.
1).   Mark J.Hammer, Water and Waste Water Technology, John Willey & Sons, 1986, atau edisi terbaru.
2)  William K.Y.Tao, Richard R.Janis, “Mechanical and Electrical Systems in Buildings”, Prentice Hall, 1997.

(3). Perhitungan-perhitungan.   
Dalam laporan perancangan harus dimasukkan perhitungan proses dan hidrolika sesuai dengan unit-unit pada butir 4.3.1 di atas, serta perhitungan kebutuhan daya listrik untuk seluruh instalasi.

(4). Uraian Cara Kerja Sistem   
Perancang harus menjelaskan secara ringkas dan jelas garis besar pengoperasian sistem mulai dari unit paling hulu sampai dengan unit  paling hilir, serta cara pemeliharaan dan pembersihan.

(5). Data Teknis Peralatan 
Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan

4.3.3 Gambar Rancangan 
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa harus gambar rancangan mutakhir yang sesungguhnya akan dibangun, dan meliputi jenis gambar berikut:
(1)  Diagram skematik sistem pengolahan mulai dari sumber air baku sampai dengan unit desinfeksi yang berisi instrumentasi dan peralatan yang digunakan.
(2)  Gambar tata letak setiap peralatan dan gudang bahan  yang dibutuhkan.

4.3.4 Lampiran - Lampiran.
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performace characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.

4.4  Instalasi Pengolahan Air Limbah (Sewage Treatment Plant);  

4.4.1 Lingkup Pekerjaan
Dokumen instalasi Pengolahan Limbah yang diperiksa meliputi:
(1). Instalasi Pengolahan Pendahuluan (unit pemisahan (bar screen, fine screen), unit ekualisasi)
(2). Instalasi Pengolahan bahan organik / Bioproses
(3). Instalasi Pemisahan lumpur
(4). Instalasi desinfeksi/ Klorinasi

4.4.2 Laporan Perancangan. 
Laporan perancangan sekurang-kurangnya harus memuat bagian-bagian sebagai berikut:

(1). Kriteria Perancangan  
Bagian ini berisi penjelasan secara ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama yang ditetapkan untuk perancangan:
(a)  Dasar pemilihan proses dan sistem pengolahan
(b)  Besaran parameter yang ditetapkan
(c)  Instalasi Pengolahan Pendahuluan (unit pemisahan (bar screen, fine screen), unit ekualisasi)
(d) Instalasi Pengolahan bahan organik / Bioproses
(e). Instalasi Pemisahan lumpur
(f)  Instalasi desinfeksi / Klorinasi

(2). Standar dan Peraturan yang Digunakan

(a)  Peraturan Khusus.
1)  Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 52 Tahun 1995, tentang “Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel”.
2)  Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No : Kep – 58/MENLH/12/ 1995, tentang “Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit”.
3)  Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 112 Tahun 2003, tentang “Baku Mutu Air Limbah Domestik”.
4) Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta  Nomo 122 Tahun 2005 Tentang “Pengelolaan Air Limbah Domestik Di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta”.
5) Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 220 tahun 2010 Tentang “Perizinan Pembuangan Air Limbah”

(b)  Standar.
1) SNI 6989.72:2009 Air dan air Limbah – Bagian 72: Cara uji kebutuhan Oksigen Biokima (BIochamical Oxygen Demand / BOD)
2)  SNI  6989.15-2004 - Air dan air limbah - Bagian 15: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) dengan refluks terbuka secara titrimetric

(c)  Referensi.
1).   Mackenzie Davis Water and Wastewater Engineering: Design, principle and practice, McGraw-Hill , 2010
2).   Metcalf @ Eddy, Wastewater Engineering, Treatment Disposal Rebuse, Third Edition, McGraw-Hill
3).   Mark J.Hammer, Water and Waste Water Technology, John Willey @ Sons, 1986

(3). Perhitungan   
Dalam laporan perancangan harus dimasukkan perhitungan proses dan hidrolika berurutan sesuai dengan unit-unit pada butir 1 di atas, serta perhitungan kebutuhan daya listrik untuk seluruh instalasi.

(4). Uraian Cara Kerja Sistem  
Perancang harus menguraikan secara ringkas dan jelas garis besar pengoperasian sistem mulai dari unit paling hulu sampai dengan unit  paling hilir, serta cara pemeliharaan dan pembersihan.

(5). Data Teknis Peralatan  
Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.

4.4.3 Gambar Rancangan. 
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa harus gambar rancangan mutakhir yang akan dibangun, dan meliputi jenis gambar berikut:
(1). Diagram skematik sistem pengolahan mulai dari pengolahan primer sampai dengan pengolahan tersier yang berisi instrumentasi dan peralatan yang digunakan.
(2). Gambar tata letak setiap unit lengkap beserta semua peralatannya dan gudang bahan kimia pada lahan yang disediakan.

4.4.4 Lampiran - Lampiran. 
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performace characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.

4.5  Instalasi Gas Pembakaran.  

4.5.1  Lingkup Pekerjaan.
Dokumen instalasi gas pembakaran yang akan diperiksa terutama meliputi  :
(1)  Sistem penyaluran gas kota/gas bumi, mulai dari meter gas sampai ke titik pemakaian, termasuk pemipaan dan peralatan keselamatannya.
(2)  Sistem penyaluran gas cair LPG (Liquid Petroleum Gas), mulai dari tangki gas sampai ke katup pemakaian gas cair, termasuk sistem pemipaan dan peralatan keselamatannya.
(3) Sistem penyaluran gas bio mulai dari sumber gas sampai ke titik pemakaian.
(4)  Tangki penyimpan gas cair LPG berikut vaporizer dan peralatan keselamatannya.
(5) Tangki penyimpan gas bio berikut peralatan keselamatannya.

4.5.2 Laporan Perancangan 
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut :

(1)  Kriteria Perancangan.  
Bagian ini harus berisi penjelasan secara ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama yang ditetapkan untuk perancangan:
(a)  Dasar pemilihan sistem
(b) Sumber gas dan kapasitas yang diperlukan
(c)  Komposisi dan nilai kalor gas sesuai dengan peruntukan yang disyaratkan
(d)  Batas tekanan gas dalam pipa, serta sisa tekanan pada titk pemakaian
(e)  Volume, jenis dan peruntukan tangki penyimpan gas
(f)  Kebutuhan gas pada tiap titik pemakaian
(g)  Jenis dan bahan pipa, regulator dan safety devices yang digunakan

(h) Sistem pendeteksi kebocoran gas

(2)  Peraturan, Standar dan Referensi. 

(a)  Peraturan Khusus.
1)  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum  No. 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara
2) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum  No. 05/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi

(b)  Standar.
1) SNI 13-3507-1994 Konstruksi sistem pipa polyethelene untuk gas
2) SNI 03-6899.1-2002 Bagian 1: Spesifikasi umum pemasangan pipa instalasi gas bawah tanah dalam fasilitas industri dan komersial
3) SNI 03-6899.4-2002 Bagian 4: Instalasi perpipaan dan meteran gas kota
4) Petunjuk Instalasi Pipa Gas di Industri dan Komersil – PN Gas, tahun 1993 atau edisi terakhir.
5) Standar Nasional Indonesia, pedoman teknik, dan rekomendasi dari instansi yang berwenang mengenai jenis instalasi Gas yang dirancang.

(c)  Referensi.
1)  Pedoman Teknis Instalasi Pengisian, Transportasi, Penanganan dan Penggunaan serta Pemeriksaan Berkala Tabung LPG, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, 2008
2) International Mechanical Code, 2012
3) Michael Frankl, “Facility Piping Systems Handbook”McGraw Hill, 2010
4)  IAPMO, Uniform Plumbing Codem 2000 Edition, atau edisi terbaru.

(3)  Perhitungan-perhitungan. 
Perhitungan-perhitungan yang dimasukkan dalam laporan perancangan meliputi:   
(a)  Tekanan gas minimum yang tersedia setelah meter gas
(b)  Kehilangan tekanan gas  sepanjang pipa
(c)  Panjang pipa ekuivalen pipa gas
(d)  Kebutuhan gas maksimum
(e)  Penentuan ukuran diameter pipa gas
(f)  Perhitungan dimensi, tebal dinding dan kekuatan tangki penyimpan gas

(4)  Uraian Cara Kerja Sistem.  
Perancang harus menjelaskan garis besar cara kerja dan pengoperasian sistem gas pembakaran didalam dan diluar bangunan gedung, baik untuk bagian yang bekerja secara otomatik maupun “manual”, dalam kondisi normal dan darurat.

(5)  Data Teknis Peralatan. 
Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan

4.5.3  Gambar Rancangan. 
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :
(1)  Diagram skematik pipa gas didalam dan diluar bangunan gedung lengkap dengan katup dan fiting
(2)  Diagram isometrik sistem pemipaan pipa gas
(3)  Diagram tekanan dan instrumen (P & I Diagram)
(4)  Gambar denah perletakkan tangki penyimpan gas berikut jalur pemipaan gasnya
(5)  Gambar detil sambungan pipa, meter gas dan tangki gas
(6)  Diagram skematik peralatan keselamatan, regulator dan detector kebocoran gas
(7)  Gambar pondasi dan penyangga tangki penyimpan gas

4.5.4 Lampiran - Lampiran. 
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performace characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.


4.6  Instalasi Gas Medik dan Vakum Medik.  

4.6.1  Umum. 
Yang dimaksudkan dengan instalasi gas medik meliputi :

(1)  Instalasi Gas Medik :
(a)  Instalasi Oksigen (O ) ;
(b)  Instalasi Nitrous Oksida (N O);
(c)  Instalasi Udara Tekan Medik.
(d)  Instalasi Karbon Dioksida (CO ).
(e)  Instalasi Helium (He);
(f)  Instalasi Nitrogen (N );

(2)  Instalasi Vakum Medik;

(3)  Instalasi Pembuangan Sisa Gas Anesthesi;

4.6.2  Lingkup Pekerjaan. 
Dokumen instalasi gas mdik dan vakum medik yang diperiksa meliputi:
(1)  Persyaratan umum;
(2)  Tata letak peralatan sistem gas medik dan vakum medik;
(3)  Kinerja sistem;
(4)  Ukuran pipa sistem dan ukuran pipa yang dipersyaratkan;
(5)  Bahan-bahan yang digunakan;
(6)  Instalasi Pipa, sambungan pipa dan katup-ktup;
(7)  Peralatan pengendalian tekanan;
(8)  Stasiun Outlet/Inlet;
(9)  Penandaan dan Identifikasi;
(10)  Sistem Peringatan bahaya (alarm);
(11)  Sistem Udara Tekan Medik;
(12)  Sistem pompa vakum medik;


4.6.3  Laporan Perancangan
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut :

(1)  Kriteria Perancangan. 
Bagian ini harus berisi penjelasan ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama yang ditetapkan untuk kriteria perancangan, meliputi :
(a)  Sumber gas medik dan vakum medik serta buangan sisa gas anestesi;
(b)  Katup-katup, jenis dan ukurannya;
(c)  Konstruksi rakitan buatan pabrik;
(d)  Rel gas medik yang dipasang di permukaan lantai atau langit-langit;
(e)  Indikator tekanan dan vakum;
(f)  Sistem peringatan bahaya;
(g)  Sistem distribusi pemipaan dari mulai sumber sampai pemakaian terjauh;
(h)  Pelabelan dan Identiikasi;
(i)  Kriteria unjuk kerja dan pengujian (gas mdik, vakum medik dan buangan sisa gas anestesi);
(j)  Penunjang sistem gas medik dan vakum medik; dan
(k)  Pengoperasian dan manajemen.

(2)  Peraturan, Standar dan Referensi. 
(a)  Peraturan Khusus
1)  Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, No. 1439/ MENKES/ SK /XI/2002,tentang Penggunaan Gas Medik pada Sarana Pelayanan Kesehatan.
(b)  Standar.
1)  SNI 7011 – 2004, tentang “Keselamatan pada Bangunan Fasilitas Pelayanan Kesehatan” 
(c)  Referensi.
1)  NFPA 99, Healthcare Facilities, 2012 Edition.
2) IAPMO, Uniform Plumbing Codem 2000 Edition, atau edisi terbaru.

(3)  Perhitungan-perhitungan.  
Dalam laporan perancangan harus dimasukkan perhitungan proses dan hidrolika berurutan, serta perhitungan kebutuhan daya listrik untuk seluruh instalasi.

(4)  Uraian Cara Kerja Sistem.  
Perancang harus menguraikan secara ringkas dan jelas garis besar pengoperasian sistem mulai dari unit paling hulu sampai dengan unit  paling hilir, serta cara pemeliharaan dan pembersihan.

(5)  Data Teknis Peralatan.  
Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan

4.6.4  Gambar Rancangan. 
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :
(1)  Daftar gambar;
(2)  Notasi gambar dan penjelasannya;
(3)  Gambar skematik garis tunggal sistem gas medik;
(4)  Gambar skematik garis tunggal sistem vakum medik dan sistem sisa buangan gas anestesi;
(5)  Gambar detail instalasi sentral gas medik;
(6)  Gambar  detail instalasi sentral vakum medik dan sistem sisa buangan gas anestesi.
(7)  Gambar denah tata letak peralatan sentral gas medik, sentral vakum medik dan entral sisa buangan gas anestesi;
(8)  Gambar denah tata letak pemipaan dan outlet/inlet gas medik dan vakum medik pada setiap lantai (lantai tipikal cukup satu gambar);
(9)  Skedul peralatan sistem gas medik, vakum medik dan sisa buangan gas anetesi.

4.6.5 Lampiran - Lampiran. 
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performace characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.

4.7  Instalasi Boiler 

4.7.1  Lingkup Pekerjaan. 
Dokumen instalasi Boiler yang akan diperiksa terutama meliputi  :
(1)  Sistem penyaluran uap, mulai dari sumber uap/Boiler sampai ke titik pemakaian uap
(2)  Sistem air pengisi dan penambah berikut kondensat
(3)  Sistem blowdown
(4)  Sistem ventilasi/cerobong
(5)  Sistem pemipaan bahan bakar
(6)  Sistem pengaman dan instrumentasi

4.7.2  Laporan Perancangan 
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut :

(1)  Kriteria Perancangan. 
(a) Kebutuhan uap per jam total dan pada tiap titik pemakaian
(b)  Dasar pemilihan jenis boiler, sistem bahan bakar serta kapasitas yang diperlukan
(c) Batas tekanan uap dalam pipa, serta sisa tekanan pada titk pemakaian
(d)  Niilai kalor bahan bakar sesuai dengan peruntukan yang disyaratkan
(e)  Jenis dan bahan pipa, katup pengaman dan safety devices
(f) Sistem isolasi pemipaan
(g) Sistem dan jenis peralatan ukur (instruments)
(h) Batas emisi gas buang

(2)  Peraturan, Standar dan Referensi. 
(a)  Peraturan Khusus. 
(belum ada)

(b)  Standar.  
(belum ada)

(c)  Referensi.
1)   ASHRAE Handbook,  HVAC System and Equipment, 2008
2)   ASME 2007, Boiler and Pressure Vessel Code, Section I – 2007

(3)  Perhitungan-perhitungan. 
Perhitungan-perhitungan yang dimasukkan dalam laporan perancangan meliputi:
(a)  Kapasitas dan tekanan uap nominal Boiler
(b)  Penentuan ukuran diameter pipa
(c)  Panjang pipa ekuivalen pipa dan kehilangan tekanan uap  sepanjang pipa
(d)  Tebal isolasi
(e)  Perhitungan pipa kondensat
(f)  Penentuan perangkap uap (steam trap)
(g)  Kebutuhan air pengisi (feed water) dan penambah (make up water)
(h)  Kebutuhan bahan bakar berikut kapasitas penyimpan bahan bakar.

(4)  Uraian Cara Kerja Sistem. 
Perancang harus menguraikan garis besar cara kerja atau pengoperasian sistem, dengan menekankan peralatan dan mesin, baik dalam keadaan normal dan darurat.

(5)  Data Teknis Peralatan. 
Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.

4.7.3  Gambar Rancangan. 
(1)  Diagram skematik instalasi Boiler lengkap dengan sistem pemipaan bahan bakar, air pengisi dan penambah, kondensat, cerobong gas buang dsbnya berikut kebutuhan uap tiap titik pemakaian
(2)  Diagram isometrik sistem pemipaan uap berikut sistem blow down, kondensat, dan bahan bakar.
(3)  Diagram tekanan dan instrumen (P & I Diagram)
(4)  Gambar denah perletakkan boiler berikut jalur pemipaan uap
(5) Gambar detil sambungan pipa dan bejana tekan, perangkap uap (steam trap) serta blowdown system

4.7.4 Lampiran - Lampiran. 
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.

4.8  Instalasi Pengolahan Sampah Padat.

4.8.1  Lingkup Pekerjaan.
Dokumen instalasi Pengolahan Limbah yang diperiksa meliputi:
(1)  Perancangan tempat pembilahan dan pengumpulan sampah padat.
(2)  Pembakaran sampah dengan incinerator;
(3)  Perhitungan jumlah sampah yang harus dikumpul atau dibakar.

4.8.2  Laporan Perancangan
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut :

(1)  Kriteria Perancangan.
(a)  Volume sampah padat pada lokasi pengumpul.
(b)  Cara-cara transportasi sampah padat dari bangunan gedung ke tempat pengumpul sampah padat dan ke tempat pembuangan akhir;
(c)  Penentuan kapasitas incinerator.

(2)  Peraturan, Standar dan Referensi.

(a)  Peraturan Khusus.
1)  Undang-Undang Republik Indonesia, No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah

(b)  Standar.  
(belum ada)

(c)  Referensi. 
(belum ada)

(3)  Perhitungan-perhitungan. 
Dalam laporan perancangan harus dimasukkan perhitungan proses pemilahan ampah padat dan sistem pembakarannya scara berurutan, serta perhitungan kebutuhan bahan bakar dan daya listrik untuk seluruh instalasi.

(4)  Uraian Cara Kerja Sistem. 
Perancang harus menguraikan secara ringkas dan jelas garis besar pengoperasian sistem mulai dari unit paling hulu sampai dengan unit  paling hilir, serta cara pemeliharaan dan pembersihan.

(5)  Data Teknis Peralatan.  
Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.

4.8.3  Gambar Rancangan. 
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :
(1)   Daftar gambar;
(2)  Notasi gambar dan penjelasannya;
(3)  Gambar perencanaan tapak bangunan (site plan) dan letak tempat pengumpul sampah padat; atau letak incinerator (bila digunakan);
(4)  Gambar skematik prinsip kerja incinerator; (bila ada).
(5)  Gambar detail tempat pengumpul sampah padat; dan
(6)  Skedul gambar peralatan.

4.8.4 Lampiran-Lampiran.
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performace characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Buku Biru Jawa Barat : Pedoman Pengajuan Dokumen Rancangan Instalasi dan Pelengkapan Bangunan Gedung - INSTALASI PROTEKSI KEBAKARAN BERBASIS AIR DAN KIMIA PADA BANGUNAN GEDUNG

INSTALASI PROTEKSI KEBAKARAN BERBASIS AIR DAN KIMIA PADA BANGUNAN GEDUNG

8.1 Ruang Lingkup.
Perancang instalasi proteksi kebakaran berbasis air dan kimia dalam bangunan gedung, mencakup :
(1) Alat Pemadam Api Ringan/Kimia;
(2) Instalasi Pipa Tegak dan Slang Kebakaran;
(3) Instalasi Springkler Kebakaran Otomatis;
(4) Instalasi Pompa Kebakaran.

8.2 Alat Pemadam Api Ringan/Kimia.

8.2.1 Laporan Perancangan
(1) Kriteria Perancangan.
      Bagian ini harus berisi penjelasan ringkas dasar perancangan serta besaran parameter
      utama yang ditetapkan untuk kriteria perancangan:
      (a) Klasifikasi bahaya kebakaran
      (b) Jumlah dan Perletakan APAR
      (c) Jenis dan berat APAR
(2) Peraturan, Standar dan Referensi
      (a) Peraturan Khusus
          (Belum ada)
      (b) Standar
           1) SNI 3988 - 1995, Pengujian kemampuan pemadaman dan penilaian alat
               pemadam api ringan.
      (c) Referensi
           1) NFPA 1, Uniform Fire Code 2006, National Fire Protection Association.
           2) NFPA 10, Standard For Portable Fire Extinguishers, 2013 edition, National
               Fire Protection Association.
(3) Perhitungan-perhitungan.
     Perhitungan-perhitungan yang dimasukkan dalam laporan perancangan meliputi:
     (a) Perhitungan untuk menentukan lokasi dan jumlah APAR setiap lantai,
     (b) Perhitungan untuk menentukan kapasitas pemadam kebakaran dengan bahan lain,
          misalnya dengan prinsip "total flooding" serta persyaratan ventilasi pasca pemadaman
(4) Uraian Cara Kerja Sistem.
      Perancang harus menguraikan garis besar cara kerja atau pengoperasian sistem, baik
      untuk bagian yang bekerja secara otomatik maupun "manual" pada waktu terjadi keadaan
      darurat kebakaran.
(5) Data Teknis Peralatan
      Laporan berisi data teknis dari peralatan utama yang digunakan

8.2.2 Gambar Rancangan
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :
(1) Daftar gambar;
(2) Notasi gambar dan penjelasannya;
(3) Gambar tata letak APAR pada setiap lantai. (Untuk lantai tipikal cukup 1 lantai)
(4) Gambar Alat Pemadam Api jenis "Total Flooding", harus dilengkapi dengan gambar
      sistem, kapasitas silinder, katup-katup, alat penurun tekanan, ukuran pipa dan lain-lain
(5) Gambar tata letak APAR dapat digabung dengan tata letak hidran gedung dan/atau
      springkler kebakaran otomatis

8.2.3 Lampiran - Lampiran
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik
unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi
yang penting untuk menghitung cara perhitungan yang dipakai

8.3 Instalasi Pipa Tegak dan Slang Kebakaran.

8.3.1 Laporan Perancangan
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut:
(1) Kriteria Perancangan
      Bagian ini harus berisi penjelasan ringkas dasar perancangan serta besaran parameter
      utama yang ditetapkan untuk kriteria perancangan:
      (a) Tingkat bahaya kebakaran
      (b) Pembagian zona pemadaman
      (c) Sisa tekanan minimum pada hidran terjauh
      (d) Sumber air
      (e) Kapasitas reservoir
      (f) Kapasitas pompa kebakaran
      (g) Jumlah dan perletakan hidran dan sambungan dinas kebakaran (siamesse
            connection) yang sesuai dengan Standar Dinas Pemadam Kebakaran Propinsi DKI
           Jakarta

(2) Peraturan, Standar dan Referensi

      (a) Peraturan Khusus
          (Belum ada)
      (b) Standar
           1) SNI 1745 - 2000 tentang "Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem
               Pipa Tegak dan  Slang untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan
               Gedung"
            2) SNI 6570 -  2001, tentang "Instalasi Pompa yang dipasang tetap untuk
                 proteksi kebakaran
      (c) Referensi
           1) Milosh T Purchovky PE, Kenneth E Isman PE, Fire Pump Handbook, National
                Fire Protection Association, 1998 atau edisi terbaru
           2) NFPA 1, Uniform Fire Code 2006, National Fire Protection Association.
           3) NFPA14, Standard for the Installation of Standpipe and Hose Systems.
           4) NFPA 20, Standard for the Installation of Stationary Pumps for Fire Protection
(3) Perhitungan-perhitungan.
     Perhitungan-perhitungan yang dimasukkan dalam laporan perancangan meliputi hal-hal sebagai
     berikut:
     (a) Perhitungan jumlah pipa tegak.
     (b) Contoh perhitungan hidrolik untuk bagian yang kritis, yaitu titik pemadaman terjauh
           atau tertinggi dari sistem, berdasarkan gambar rancangan.
     (c) Perhitungan untuk menentukan spesifikasi pompa kebakaran dan pompa joki.
     (d) Pemilihan pompa kebakaran dan pompa joki yang dipilih sesuai kurva pompa.
     (e) Contoh perhitungan dalam menentukan ukuran pipa utama, pipa tegak, pipa
          distribusi dan pipa cabang.
(4) Uraian Cara Kerja Sistem.
      Perancang harus menguraikan garis besar cara kerja atau pengoperasian sistem, baik
      untuk bagian yang bekerja secara otomatik maupun "manual" pada waktu terjadi keadaan
      darurat kebakaran.
(5) Data Teknis Peralatan
      Laporan berisi data teknis dari peralatan utama yang digunakan


8.3.2 Gambar Rancangan

(1) Daftar gambar;
(2) Notasi gambar dan penjelasannya;
(3) Gambar tapak bangunan (site plan), yang menunjukkan:
      (a) Jalur "Hidran Kota" (kalau belum tersedia, asumsi perletakan hidran kota);
      (b) Jalur "Hidran Halaman" (jika diperlukan), termasuk koneksi dengan jalur Hidran Kota;
      (c) Posisi sambungan pemadam kebakaran (Seamese Connection);
      (d) Akses jalan masuk Mobil Pemadam Kebakaran dan
      (e) Lokasi perkerasan untuk kedudukan  "Mobil Pemadam Kebakaran" serta akses jalan
            masuk Regu Pemadam Kebakaran ke dalam bangunan.
(4) Denah bangunan yang menunjukkan kompartemenisasi bangunan, lokasi "Tangga Eksit"
      dan lokasi Pipa Tegak.
(5) Diagram skematik sistem pipa tegak dan slang kebakaran, yang menunjukkan :
     (a) Pemipaan pipa tegak dan slang kebakaran,
     (b) Pemipaan sambungan pemadam kebakaran (Seamese); dan
     (c) Pompa kebakaran, lengkap dengan peralatan penunjangnya.
(6) Gambar tapak bangunan yang menunjukkan jalan evakuasi darurat kebakaran.
(7) Gambar tata letak kotrak hidran gedung pada setiap lantai (untuk lantai tipikal cukup satu
      lantai).
(8) Gambar detail untuk menjelaskan pemasangan pompa, lengkap dengan alat ukur tekanan
      dan laju aliran untuk pengujian setempat.
(9) Gambar detail tangki air bawah untuk kebutuhan proteksi kebakaran dan sekat-sekat
     yang ada di dalam tangki.

8.3.3 Lampiran-lampiran
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik
unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi
yang penting untuk menghitung cara perhitungan yang dipakai

8.4 Instalasi Springkler Kebakaran Otomatis.
8.4.1 Laporan Perancangan
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut:

(1) Kriteria Perancangan
      Bagian ini harus berisi penjelasan ringkas dasar perancangan serta besaran parameter
      utama yang ditetapkan untuk kriteria perancangan:
      (a) Perletakan dan jumlah katup kendali utama dan katup kendali cabang
      (b) Perletakan katup pengetesan
      (c) Sisa tekanan minimum pada kepala sprinkler terjauh
      (d) Sumber air
      (e) Kapasitas reservoir
      (f) Kapasitas pompa kebakaran
      (g) Jumlah dan perletakan kepala springkler dan sambungan dinas kebakaran (siamesse
            connection) yang sesuai dengan Standar Dinas Pemadam Kebakaran Propinsi DKI
           Jakarta
(2) Peraturan, Standar dan Referensi

      (a) Peraturan Khusus
          (Belum ada)
      (b) Standar
           1) SNI 3989 - 2000 tentang "Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem
                Springkler Otomatik untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan
                Gedung".
      (c) Referensi
           1) Milosh T Purchovky PE, Kenneth E Isman PE, Fire Pump Handbook, National
                Fire Protection Association, 1998 atau edisi terbaru
           2) NFPA 1, Uniform Fire Code 2006, National Fire Protection Association.
           3) NFPA13, Standar for the Installation of Sprinkler Systems
(3) Perhitungan-perhitungan.
     Perhitungan-perhitungan yang dimasukkan dalam laporan perancangan meliputi hal-hal sebagai
     berikut:

     (a) Contoh perhitungan hidrolik untuk bagian yang kritis, yaitu titik pemadaman terjauh
           atau tertinggi dari sistem, berdasarkan gambar rancangan.
     (c) Perhitungan untuk menentukan spesifikasi pompa kebakaran dan pompa joki (bila
           menggunakan sistem parsial).
     (d) Pemilihan pompa kebakaran dan pompa joki yang dipilih sesuai kurva pompa.
     (e) Contoh perhitungan dalam menentukan ukuran pipa utama, pipa tegak, pipa
          distribusi dan pipa cabang.
(4) Uraian Cara Kerja Sistem.
      Perancang harus menguraikan garis besar cara kerja atau pengoperasian sistem, baik
      untuk bagian yang bekerja secara otomatik maupun "manual" pada waktu terjadi keadaan
      darurat kebakaran.
(5) Data Teknis Peralatan
      Laporan berisi data teknis dari peralatan utama yang digunakan

8.4.2 Gambar Rancangan
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa merupakan gambar rancangan mutakhir
yang sesungguhnya akan dibangun, dan meliputi jenis gambar berikut:
(1) Daftar gambar;
(2) Notasi gambar dan penjelasannya;
(3) Diagram skematik sistem springkler kebakaran otomatis, yang menunjukkan :
     (a) Pemipaan pipa tegak springkler kebakaran otomatis (bila menggunakan sistem
          parsial),
     (b) Pemipaan sambungan pemadam kebakaran (Seamese) (bila menggunakan sistem
          parsial); dan
     (c) Pompa kebakaran, lengkap dengan peralatan penunjangnya. (bila menggunakan
           sistem parsial),

(4) Gambar tata letak kepala springkler pada setiap lantai (untuk lantai tipikal cukup satu
      lantai).
(5) Gambar detail untuk menjelaskan pemasangan pompa, lengkap dengan alat ukur tekanan
      dan laju aliran untuk pengujian setempat. (bila menggunakan sistem parsial)
(6) Gambar detail tangki air bawah untuk kebutuhan proteksi kebakaran dan sekat-sekat
     yang ada di dalam tangki.(bila menggunakan sistem parsial)
(7) Skedul peralatan yang digunakan

8.3.3 Lampiran-lampiran
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik
unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi
yang penting untuk menghitung cara perhitungan yang dipakai

Jumat, 22 Mei 2015

Buku Biru Jawa Barat : Pedoman Pengajuan Dokumen Rancangan Instalasi dan Pelengkapan Bangunan Gedung - INSTALASI SANITASI, DRAINASE DAN PLAMBING

INSTALASI SANITASI, DRAINASE DAN PLAMBING

4.1 Ruang Lingkup
Perancangan Instalasi Sanitasi, Drainase, dan Plambing pada Bangunan Gedung, mencakup :
(1) Instalasi Plambing Air Bersih, Air panas, Uap, Air Kotor/ Air Kotoran, Ven dan Air Hujan.
(2) Instalasi Pengolahan Air Baku (Water Treatment Plant);
(3) Instalasi Pengolahan Air Limbah (Sewage Treatment Plant);
(4) Instalasi Gas Pembakaran;
(5) Instalasi Gas Medik dan Vakum Medik
(6) Instalasi Boiler, dan
(7) Instalasi Pengolahan Sampah Padat (Incinerator)

4.2 Instalasi Plambing Air Bersih, Air panas, Uap, Air Kotor/ Air Kotoran, Ven dan Air Hujan.

4.2.1 Lingkup Pekerjaan.
Dokumen instalasi plambing yang akan diperiksa meliputi :
(1) Sistem Air Bersih, mulai dari sumber air sampai ke alat plambing pemakaian air,
termasuk tangki atau reservoir, tangki tekan (hidrofor) dan pompa-pompa.
(2) Sistem Air Panas/Uap, mulai dari sumber air panas/uap sampai ke katup pemakaian air panas/uap
, dan distribusi serta pemipaannya.
(3) Sistem Air Kotor dan Air Kotoran, mulai dari alat plambing pembuangan air kotor/ air kotoran ke
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sampai ke badan air penerima atau bak kontrol saluran air limbah kota.
(4) Sistem Ven, mulai dari alat plambing pembuangan air pada sistem air kotor dan/atau air kotoran sampai ke atap.
(5) Sistem Air Hujan, mulai dari atap sampai dengan sumur/kolam resapan dan mulai dari halaman sampai ke saluran kota penerima air hujan.

4.2.2 Laporan Perancangan
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut :

(1) Kriteria Perancangan
Bagian ini harus berisi penjelasan secara ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama yang ditetapkan untuk perancangan :
(a) Sistem Air Bersih/ Minum
1) Sumber air dan kapasitas pengambilan
2) Kualitas air untuk peruntukkan yang disyaratkan
 3) Volume, jenis dan peruntukkan reservoir
 4) Batas kecepatan dalam pipa, sisa tekanan pada alat plambing
 5) Jenis bahan yang digunakan
(b) Sistem Air Panas
 1) Kebutuhan air panas per orang per hari/ kebutuhan uap
 2) Kerugian kalor sepanjang pipa
 3) Pemakaian energi spesifik pembangkit air panas
 4) Jenis bahan yang digunakan
 5) Kualitas air
 6) Volume dan jenis pemanas
 7) Temperatur dan tekanan air panas pada alat plambing
(c) Sistem Air Kotor dan Air Kotoran
 1) Karakteristik air kotor/ air kotoran
 2) Sumber asal air kotor
 3) Jumlah air kotoran/ kotor per kapita atau equivalensinya
 4) Kecepatan aliran dalam pipa pengumpul
 5) Jenis bahan pipa pengumpul
 6) Batas maksimum tekanan yang diperbolehkan/ diizinkan
 7) Kerugian/kehilangan tekanan yang diizinkan
 8) Jenis bahan/material yang digunakan
 9) Kemiringan pipa
10) Jumlah perangkap genuk/lemak dan minyak bila ada limbah mengandung gemuk/lemak dan minyak.
 (d) Sistem Ven
 1) Ukuran pipa tegak air kotor/ air kotoran
 2) Jumlah unit alat plambing yang dihubungkan pada pipa tegak air kotor/ air kotoran
 3) Panjang ukur pipa tegak ven
 (e) Sistem Air Hujan
 1) Curah hujan maksimum untuk perancangan, termasuk Periode Ulang Hujan (PUH)
 2) Taraf ("peil") banjir bangunan dan titik sambungan saluran kota penerima
 3) Kecepatan aliran maksimum dan minimum yang diizinkan
 4) Jumlah dan dimensi sumur resapan

(2) Peraturan, Standar dan Referensi
 (a) Peraturan Khusus
     1) Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 16/MenKes/IX/1990, tentang
         "Persyaratan Air Bersih".
 (b) Standar
     1) SNI 6481-2000, tentang "Sistem Plambing - 2000".
 (c) Referensi
     (1) Noerbambang, S.M. & Morimura, T. "Pedoman Perancangan dan Pemeliharaan
           Sistem Plambing". PT Pradnya Paramita, Jakarta. 1984.
     (2) William K.Y.Tao, Richard R.Janis, "Mechanical and Electrical Systems in Buildings",
         Prentice Hall, 1997.
     (3) Data Book, Volume 2, Plumbing System, American Society of Plumbing Engineers, 2000.
     (4) IAPMO, Uniform Plumbing Code, 2000 Edition atau edisi yang terbaru.
     
(3) Perhitungan-perhitungan
 Bagian ini harus memuat contoh perhitungan untuk bagian yang penting atau bagian kritis dari
 sistem, meliputi:
 (a) Sistem Air Bersih
    1) Perhitungan perkiraan kebutuhan air per orang per  hari
    2) Laju aliran air bersih berdasarkan unit alat plambing
    3) Perhitungan volume dan ukuran tangki air bawah dan atas
    4) Perhitungan palu air (water hammer)
    5) Perhitungan pompa: kapasitas, head, daya dan Net Pressure Suction Head (NPSH) beserta
        kurva karakteristik sistem.
    6) Perhitungan diameter, laju aliran, tekanan, kerugian tekanan (friction loss) dan sisa tekanan
         pada jalur sistem distribusi yang kritis.
    7) Perhitungan dimensi, atau volume tangki tekan (hidrofor) dan penetapan start-stop pompa.
 (b) Sistem Air Panas
    1) Kuantitas Air Panas yang diperlukan
    2) Penentuan kapasitas ketel uap dan/atau unit pemanas air.
    3) Perhitungan kapasitas dan head pompa sirkulasi (kalau ada)
    4) Perhitungan diameter, kehilangan tekanan dan sisa tekanan pada jalur sistem distribusi
         yang kritis.
    5) Perhitungan tebal isolasi pipa
    6) Perhitungan penurunan temperatur dalam pipa
 (c) Sistem Air Kotor dan Air Kotoran
    1) Perhitungan beban unit plambing untuk air kotor dan air kotoran
    2) Perhitungan kapasitas aliran air kotor dan air kotoran.
    3) Perhitungan diameter pipa dan kemeringannya (bila menggunakan pompa harus disertakan jenis
        Pompa, perhitungan kapasitas, head, daya serta kurva karakteristiknya).
    4) Perhitungan perangkap lemak (grease trap) dan minyak bila ada limbah lemak dan minyak
         baik yang terpisah atau tersuspensi.
    5) Perhitungan volume "sump-pit".
  (d) Sistem Ven
        Perhitungan diameter pipa ven berdasarkan beban alat plambing yang dilayani
  (e) Sistem Air Hujan
    1) Perhitungan ukuran saluran serta kemiringannya dan pipa tegak
    2) Perhitungan ukuran saluran dan/atau dimensi saluran terbuka di luar bangunan
        (drainase halaman) sampai dengan penyambungan ke sumur resapan dan/atau saluran
        kota penerima.
    3) Perhitungan sumur/kolam resapan

(4) Uraian Cara Kerja Sistem
      Perancang harus menguraikan garis besar cara kerja atau pengoperasian sistem, dengan
       menekankan peralatan dan mesin yang penting/utama, baik dalam keadaan normal,
       gangguan dan darurat.

(5) Data Teknis Peralatan
      Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.
 
4.2.3 Gambar Rancangan
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini
yang sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :
(1) Diagram skematik
      (a). Sistem Air Bersih
      (b). Sistem Air Panas/uap
      (c). Sistem Air Kotor dan Air Kotoran
      (d). Sistem Ven
      (e). Sistem Air Hujan
(2) Gambar tapak yang menunjukkan :
      (a). Sistem Air Bersih
             Mulai dari pipa air bersih PDAM atau dari sumur dalam sampai ke tangki bawah.
      (b). Sistem Air Kotor dan Air Kotoran
             Mulai dari pipa tegak sampai ke bangunan pengolahan air limbah (IPAL) saluran
             air limbah kota.
      (c). Sistem Air Hujan.
             Mulai dari pipa tegak sampai ke sumur resapan dan dari drainase halaman ke saluran
             drainase kota penerima, lengkap dengan diameter pipa dan kemiringannya, bak kontrol
             dan elevasinya berdasarkan "peil" Priok.
 (3) Gambar detail khusus yang menunjukkan :
      (a). Contoh daerah yang rumit, denah tata letak alat plambing, pemipaan, diameter pipa
             dan kemiringannya untuk setiap lantai, lengkap dengan elevasi dan peruntukkan ruang
              yang dilalui jalur pipa.
       (b). Potongan memanjang dan melintang bangunan dimana penempatan alat plambing,    
              penempatan, jalur pipa dan perlengkapan pada struktur bangunan.
(4). Gambar isometrik pipa lengkap dengan diameter dan kemiringannya serta alat plambing,
       untuk setiap lantai yang berbeda, lengkap dengan elevasi dan peruntukkan ruang yang dilaui
       jalur pipa.
(5). Gambar denah tata letak peralatan ("plant room").
(6). Skedul peralatan yang dipasang.

4.2.4 Lampiran-Lampiran
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.

4.3 Instalasi Pengolahan Air Baku (Water Treatment Plant);

4.3.1 Lingkup Pekerjaan
Dokumen instalasi Pengolahan Air Baku yang akan diperiksa meliputi :
(1) Pengambilan air baku;
(2) Prasedimentasi;
(3) Aerasi;
(4) Koagulasi;
(5) Flokulasi;
(6) Sedimentasi;
(7) Filtrasi;
(8) Desinfeksi; dan
(9) Unit lain yang dianggap penting

4.3.2 Laporan Perancangan.
Laporan perancangan sekurang-kurangnya harus memuat bagian-bagian sebagai berikut :
(1). Kriteria Perancangan
      Bagian ini harus berisi penjelasan secara ringkas dasar perancangan serta besaran parameter
      utama yang ditetapkan untuk prancangan:
     (a) Kualitas air baku
     (b) Dasar pemilihan proses dan sistem pengolahan
     (c) Faktor-faktor yang digunakan dalam perancangan bagian utama pengolahan seperti
           prasedimentasi, aerasi, koagulasi, flokulasi, filtrasi, desinfeksi dan unit proses lain
           yang dianggap penting.
(2). Peraturan, Standar dan Referensi
     (a) Peraturan Khusus
          (belum ada)
     (b) Standar
           (belum ada)
     (c) Referensi
           1). Mark J.Hammer, Water and Waste Water Technology, John Willey & Sons,
                1986, atau edisi terbaru.
           2). William K.Y.Tao, Richard R. Janis, "Mechanical and Electrical Systems in
                Buildings", Prentice Hall, 1997.
(3). Perhitungan-perhitungan
      Dalam laporan perancangan harus dimasukkan perhitungan proses dan hidrolika sesuai dengan
      unit-unit pada butir 4.3.1 di atas, serta perhitungan kebutuhan daya listrik untuk seluruh instalasi.
(4). Uraian Cara Kerja Sistem
      Perancang harus menjelaskan secara ringkas dan jelas garis besar pengoperasian sistem mulai
      dari unit paling hulu sampai dengan unit paling hilir, serta cara pemeliharaan dan pembersihan.
(5). Data Teknis Peralatam
       Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.

4.3.3 Gambar Rancangan
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa harus gambar rancangan mutakhir yang sesungguhnya akan dibangun, dan meliputi jenis gambar berikut :
(1) Diagram skematik sistem pengolahan mulai dari sumber air baku sampai dengan unit desinfeksi
      yang berisi instrumentasi dan peralatan yang digunakan.
(2) Gambar tata letak setiap peralatan dan gudang bahan yang digunakan.

4.3.4 Lampiran - Lampiran
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.

4.4 Instalasi Pengolahan Air Limbah (Sewage Treatment Plant);

4.4.1 Lingkup Pekerjaan
Dokumen Instalasi Pengolahan Limbah yang diperiksa meliputi :
(1). Instalasi Pengolahan Pendahuluan (Unit pemisahan (bar screen, fine screen), unit ekualisai)
(2). Instalasi Pengolahan bahan organik/ Bioproses
(3). Instalasi Pemisahan lumpur
(4). Instalasi desinfeksi/ Klorinasi

4.4.2 Laporan Perancangan
Laporan perancangan sekurang-kurangnya harus memuat bagian-bagian sebagai berikut :
(1). Kriteria Perancangan
       Bagian ini berisi penjelasan secara ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama
       yang ditetapkan untuk perancangan;
       (a) Dasar pemilihan proses dan sistem pengolahan
       (b) Besaran parameter yang ditetapkan
       (c) Instalasi Pengolahan Pendahuluan (unit pemisahan (bar screen, fine screen), unit ekualisasi)
       (d) Instalasi Pengolahan bahan organik/ Bioproses
       (e) Instalasi Pemisahan lumpur
       (f) Instalasi desinfeksi/ Klorinasi
(2). Standar dan Peraturan yang digunakan
        (a) Peraturan Khusus.
              1) Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 52 Tahun 1995, tentang
                   "Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel".
               2) Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No : Kep - 58/MENLH/12/1995.
                    tentang "Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit".
               3) Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 112 Tahun 2003, tentang
                     "Baku Mutu Air Limbah Domestik".
                4) Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 122 tahun
                      2005 Tentang "Pengelolaan Air Limbah Domestik di Provinsi Daerah Khusus
                      Ibukota Jakarta".
                 5)  Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 220 tahun
                      2010 tentang "Perizinan Pembuangan Air Limbah"
        (b) Standar
              1) SNI 6989.72;2009 Air dan Air Limbah - Bagian 72: Cara uji Kebutuhan Oksigen
                   Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/ BOD)
               2) SNI 6989.15-2004 - Air dan Air Limbah - Bagian 15: Cara uji kebutuhan oksigen
                    kimiawi (KOK) dengan  refluks terbuka secara titrimetic
        (c) Referensi
              1). Mackenzie Davis, Water and Wastewater Engineering: Design, principle and
                   practice, McGraw-Hill, 2010
              2). Metcalf & Eddy, Wastewater Engineering, Treatment Disposal Reuse, Third Edition,
                   McGraw-Hill
              3). Mark J. Hammer, Water and Waste Water Technology, John Willey & Sons, 1986
(3). Perhitungan
       Dalam laporan perancangan harus dimasukkan perhitungan proses dan hidrolika berurutan
       sesuai dengan unit-unit pada butir 1 di atas, serta perhitungan kebutuhan daya listrik untuk
       seluruh instalasi.
(4). Uraian Cara Kerja Sistem
       Perancang harus menguraikan secara ringkas dan jelas garis besar pengoperasian sistem mulai
       mulai dari unit paling hulu sampai dengan unit paling hilir, serta cara pemeliharaan dan
       pembersihan.
(5). Data Teknis Peralatan
       Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.

4.4.3 Gambar Rancangan
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa harus gambar rancangan mutakhir yang akan dibangun, dan meliputi jenis gambar berikut:
(1). Diagram skematik sistem pengolahan mulai dari pengolahan primer sampai dengan
       pengolahan tersier yang berisi instrumentasi dan peralatan yang digunakan.
(2). Gambar tata letak setiap unit lengkap beserta semua peralatannya dan gudang bahan kimia
       yang digunakan.

4.4.4 Lampiran-Lampiran
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang diangap perlu, misalnya karakteristik
unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi
yang penting.

4.5 Instalasi Gas Pembakaran

4.5.1 Lingkup Pekerjaan
Dokumen instalasi gas pembakaran yang akan diperiksa terutama meliputi :
(1) Sistem penyaluran gas kota/gas bumi, mulai dari meter gas sampai ke titik pemakaian,
      termasuk pemipaan dan peralatan keselamatannya.
(2) Sistem penyaluran gas cair LPG (Liquid Petroleum Gas), mulai dari tangki gas dampai ke
      katup pemakaian gas cair, termasuk sistem pemipaan dan peralatan keselamatannya.
(3) Sistem penyaluran gas bio mulai dari sumber gas sampai ke titik pemakaian.
(4) Tangki penyimpan gas cair LPG berikut vaporizer dan peralatan keselamatannya.
(5) Tangki penyimpan gas bio berikut peralatan keselamatannya.

4.5.2 Laporan Perancangan
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut:
(1) Kriteria Perancangan.
      Bagian ini harus berisi penjelasan secara ringkas dasar perancangan serta besaran parameter
      utama yang ditetapkan untuk perancangan:
      (a) Dasar pemilihan sistem
      (b) Sumber gas dan kapasitas yang diperlukan
      (c) Komposisi dan nilai kalor gas sesuai dengan peruntukkan yang disyaratkan
      (d) Batas tekanan gas dalam pipa, serta sisa tekanan pada titik pemakaian
      (e) Volume, jenis dan peruntukkan tangki penyimpan gas
      (f) Kebutuhan gas pada tiap titik pemakaian
      (g) Jenis dan bahan pipa, regulator dan safety devices yang digunakan
      (h) Sistem pendeteksi kebocoran gas
(2) Peraturan, Standar dan Referensi
      (a) Peraturan Khusus
            1) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 45/PRT/M/2007
                 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara
            2)  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis
                  Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi
      (b) Standar
            1) SNI 13-3507-1994 Konstruksi sistem pipa polyethelene untuk gas
            2) SNI 03-6899.1-2002 Bagian 1: Spesifikasi umum pemasangan pipa instalasi gas
                 bawah tanah dalam fasilitas industri dan komersial
            3) SNI 03-6899.4-2002 Bagian 4: Instalasi  perpipaan dan meteran gas kota
            4) Petunjuk Instalasi Pipa Gas di Industri dan Komersil - PN Gas, tahun 1993
                atau edisi terakhir
            5) Standar Nasional Indonesia, pedoman teknik, dan rekomendasi dari instansi yang
                 berwenang mengenai jenis instalasi gas yang dirancang.
      (c) Referensi
            1) Pedoman Teknis Instalasi Pengisian, Transportasi, Penanganan dan Penggunaan
                 serta Pemeriksaan Berkala Tabung LPG, Departemen Energi dan Sumber Daya
                 Mineral Republik Indonesia Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, 2008
            2) International Mechanical Code, 2012
            3) Michael Frankl, "Facility Piping Systems Handbook" McGraw Hill, 2010
            4) IAPMO, Uniform Plumbing Code 2000 Edition, atau edisi terbaru
(3) Perhitungan-perhitungan
      Perhitungan-perhitungan yang dimasukkan dalam laporan perancangan meliputi:
      (a) Tekanan gas minimum yang tersedia setelah meter gas
      (b) Kehilangan tekanan gas sepanjang pipa
      (c) Panjang pipa ekuivalen pipa gas
      (d) Kebutuhan gas maksimum
      (e) Penentuan ukuran diameter pipa gas
      (f) Perhitungan dimensi, tebal dinding dan kekuatan tangki penyimpan gas
(4) Uraian Cara Kerja Sistem
      Perancang harus menjelaskan garis besar cara kerja dan pengoperasian sistem gas
      pembakaran di dalam dan di luar bangunan gedung, baik untuk bagian yang bekerja
      secara otomatik maupun "manual", dalam kondisi normal dan darurat.
(5) Data Teknis Peralatan
      Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan

4.5.3 Gambar Rancangan
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang
sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :
(1) Diagram skematik pipa gas di dalam dan di luar bangunan geedung lengkap dengan katup
      dan fitting
(2) Diagram isometrik sistem pemipaan pipa gas
(3) Diagram tekanan dan instrumen (P & I Diagram)
(4) Gambar denah perletakan tangki penyimpan gas berikut jalur pemipaan gasnya
(5) Gambar detil sambungan pipa, meter gas dan tangki gas.
(6) Diagram skematik peralatan keselamatan, regulator dan detector kebocoran gas
(7) Gambar pondasi dan penyangga tangki penyimpan gas

4.5.4 Lampiran-lampiran
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya karakteristik
unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan dan/atau bagian instalasi yang penting.

4.6 Instalasi Gas Medik dan Vakum Medik

4.6.1 Umum
Yang dimaksudkan dengan instalasi gas medik meliputi:
(1) Instalasi Gas Medik;
     (a) Instalasi Oksigen (O2)
     (b) Instalasi Nitrous Oksida (N2O)
     (c) Instalasi Udara Tekan Medik
     (d) Instalasi Karbon Dioksida
     (e) Instalasi Helium (He)
     (f) Instalasi Nitrogen (N2)
(2) Instalasi Vakum Medik;
(3) Instalasi Pembuangan Sisa Gas Anesthesi

4.6.2 Lingkup Pekerjaan
Dokumen instalasi gas medik dan vakum medik yang diperiksa meliputi:
(1) Persyaratan umum;
(2) Tata letak peralatan sistem gas medik dan vakum medik;
(3) Kinerja sistem;
(4) Ukuran pipa sistem dan ukuran pipa yang dipersyaratkan;
(5) Bahan-bahan yang digunakan;
(6) Instalasi pipa, sambungan pipa dan katup-katup;
(7) Peralatan pengendalian tekanan;
(8) Stasiun outlet/inlet;
(9) Penandaan dan identifikasi;
(10) Sistem peringatan bahaya (alarm);
(11) Sistem udara tekan medik;
(12) Sistem pompa vakum medik.

4.6.3 Laporan Perancangan
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut:
(1) Kriteria Perancangan
      Bagian ini harus berisi penjelasan ringkas dasar perancangan serta besaran parameter utama
       yang ditetapkan untuk kriteria perancangan, meliputi:
      (a) Sumber gas medik dan vakum medik serta buangan sisa gas anestesi;
      (b) Katup-katup, jenis dan ukurannya;
      (c) Konstruksi rakitan buatan pabrik;
      (d) Rel gas medik yang dipasang di permukaan lantai atau langit-langit;
      (e) Indikator tekanan dan vakum;
      (f) Sistem peringatan bahaya;
      (g) Sistem distribusi pemipaan dari mulai sumber sampai pemakaian terjauh;
      (h) Pelabelan dan identifikasi;
      (i) Kriteria unjuk kerja dan pengujian (gas medik, vakum medik dan buangan sisa gas anestesi);
      (j) Penunjang sistem gas medik dan vakum medik; dan
      (k) Pengoperasian dan manajemen.

(2) Peraturan, Standar dan Referensi.
      (a) Peraturan Khusus
            1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, No. 1439/MENKES/SK/XI/2002,
                 tentang Penggunaan Gas Medik pada Sarana Pelayanan Kesehatan.
      (b) Standar
            1) SNI 7011-2004, tentang "Keselamatan pada Bangunan Fasilitas Pelayanan Kesehatan"
      (c) Referensi
             1) NFPA 99, Healtcare Facilities, 2012 Edition.
             2) IAPMO, Uniform Plumbing Code, 2000 Edition, atau edisi terbaru.

(3) Perhitungan-perhitungan
Dalam laporan perancanga harus dimasukkan perhitungan proses dan hidrolika berurutan, serta
perhitungan kebutuhan daya listrik untuk seluruh instalasi.

(4) Uraian Cara Kerja Sistem.
      Perancang harus menguraikan secara ringkas dan jelas garis besar pengoperasian sistem mulai
      dari unit paling hulu sampai dengan unit paling hilir, serta cara pemeliharaan dan pembersihan.

(5) Data Teknis Peralatan
      Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan


4.6.4 Gambar Rancangan
Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang
sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :

(1) Daftar gambar;
(2) Notasi gambar dan penjelasannya;
(3) Gambar skematik garis tunggal sistem gas medik;
(4) Gambar skematik garis tunggal sistem vakum medik dan sistem sisa buangan gas anestesi;
(5) Gambar detail instalasi sentral gas medik;
(6) Gambar detail instalasi sentral vakum medik dan sistem sisa buangan gas anestesi;
(7) Gambar denah tata letak peralatan sentral gas medik, sentral vakum medik dan sentral
      sisa buangan gas anestesi;
(8) Gambar denah tata letak pemipaan dan outlet/inlet gas medik dan vakum medik pada setiap
      lantai (lantai tipikal cukup satu gambar);
(9) Skedul peralatan sistem gas medik, vakum medik dan sisa buangan gas anestesi.

4.6.5 Lampiran-lampiran
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya
karakteristik unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan
dan/atau bagian instalasi yang penting.

4.7 Instalasi Boiler

4.7.1 Lingkup Pekerjaan
Dokumen instalasi boiler yang akan diperiksa meliputi:
(1) Sistem penyaluran uap, mulai dari sumber uap/boiler sampai ke titik pemakaian uap
(2) Sistem air pengisi dan penambah berikut kondensat
(3) Sistem blowdown
(4) Sistem ventilasi/cerobong
(5) Sistem pemipaan bahan bakar
(6) Sistem pengaman dan instrumentasi

4.7.2 Laporan Perancangan
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut :
(1) Kriteria Perancangan
     (a) Kebutuhan uap per jam total dan pada tiap titik pemakaian
     (b) Dasar pemilihan jenis boiler, sistem bahan bakar serta kapasitas yang diperlukan
     (c) Batas tekanan uap dalam pipa, serta sisa tekanan pada titik pemakaian
     (d) Nilai kalor bahan bakar sesuai dengan peruntukkan yang disyaratkan
     (e) Jenis dan bahan pipa, katup pengaman dan safety devices
     (f) Sistem isolasi pemipaan
     (g) Sistem dan jenis peralatan ukur (instruments)
     (h) Batas emisi gas buang
(2) Peraturan, Standar dan Referensi
      (a) Peraturan Khusus
           (belum ada)
      (b) Standar
           (belum ada)
      (c) Referensi
             1) ASHRAE Handbook, HVAC System and Equipment, 2008
             2) ASME 2007, Boiler and Pressure Vessel Code, Section I-2007
(3) Perhitungan-perhitungan
     Perhitungan-perhitungan yang dimasukkan dalam laporan perancangan meliputi:
      (a) Kapasitas dan tekanan uap nominal Boiler
      (b) Penentuan ukuran diameter pipa
      (c) Panjang pipa ekuivalen pipa dan kehilangan tekanan uap sepanjang pipa
      (d) Tebal isolasi
      (e) Perhitungan pipa kondensat
      (f) Penentuan perangkap uap (steam trap)
      (g) Kebutuhan air pengisi (feed water) dan penambah (make up water)
      (h) Kebutuhan bahan bakar berikut kapasitas penyimpan bahan bakar
(4) Uraian Cara Kerja Sistem
     Perancang harus menguraikan secara garis besar cara kerja atau pengoperasian sistem, dengan
     menekankan peralatan dan mesin, baik dalam keadaan normal dan darurat.
(5) Data Teknis Peralatan    
      Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan.

4.7.3 Gambar Rancangan
(1) Diagram skematik instalasi Boiler lengkap dengan sistem pemipaan bahan bakar, air
     pengisi dan penambah, kondensat, cerobong gas buang dsbnya berikut kebutuhan uap
     tiap titik pemakaian.
(2) Diagram isometrik sistem pemipaan uap berikut sistem blow down, kondensat, dan bahan
     bakar
(3) Diagram tekanan dan instrumen (P & I Diagram)
(4) Gambar denah perletakkan boiler berikut jalur pemipaan uap
(5) Gambar detil sambungan pipa dan bejana tekan, perangkap uap (steam trap) serta
     blowdown system

4.7.4 Lampiran-lampiran
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya
karakteristik unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan
dan/atau bagian instalasi yang penting.

4.8 Instalasi Pengolahan Sampah Padat

4.8.1  Lingkup Pekerjaan.
Dokumen instalasi pengolahan limbah yang diperiksa meliputi :
(1) Perancangan tempat pembilahan dan pengumpulan sampah padat
(2) Pembakaran sampah dengan incinerator
(3) Perhitungan jumlah sampah yang harus dikumpul atau dibakar

4.8.2 Laporan Perancangan
Laporan perancangan sekurang-kurangnya memuat bagian-bagian sebagai berikut:
(1) Kriteria Perancangan
     (a) Volume sampah padat pada lokasi pengumpul.
     (b) Cara-cara transportasi sampah padat dari bangunan gedung ke tempat pengumpul
          sampah padat dan ke tempat pembuangan akhir
     (c) Penentuan kapasitas incinerator
(2) Peraturan, Standar dan Referensi
      (a) Peraturan Khusus
           1) Undang-undang Republik Indonesia, No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
               Sampah
      (b) Standar
           (belum ada)
      (c) Referensi
           (belum ada)
(3) Perhitungan-perhitungan.
     Dalam laporan perancangan harus dimasukkan perhitungan proses pemilahan sampah
     padat dan sistem pembakarannya secara berurutan, serta perhitungan kebutuhan bahan
     bakar dan daya listrik untuk seluruh instalasi.
(4) Uraian Cara Kerja Sistem.
      Perancang harus menguraikan secara ringkas dan jelas garis besar pengoperasian sistem mulai
      dari unit paling hulu sampai dengan unit paling hilir, serta cara pemeliharaan dan pembersihan.
(5) Data Teknis Peralatan
      Laporan berisi data teknis dari peralatan yang digunakan

4.8.3 Gambar Rancangan

Gambar rancangan yang diserahkan untuk diperiksa adalah gambar rancangan terkini yang
sebenarnya akan dibangun dan meliputi gambar berikut :
(1) Daftar gambar;
(2) Notasi gambar dan penjelasannya;
(3) Gambar perencanaan tapak bangunan (site plan) dan letak tempat pengumpul sampah
     padat; atau letak incinerator (bila digunakan);
(4) Gambar skematik prinsip kerja incinerator; (bila ada);
(5) Gambar detail tempat pengumpul sampah padat; dan
(6) Skedul gambar peralatan.

4.8.4 Lampiran-lampiran
Perancang harus melampirkan dokumen tambahan yang dianggap perlu, misalnya
karakteristik unjuk kerja (performance characteristic) untuk menjelaskan peralatan
dan/atau bagian instalasi yang penting.